Feeds:
Pos
Komentar

10 facts… akhirnya~

Oke… setelah sekian lama akhirnya aku memutuskan untuk membuat 10 facts about me yang sudah diminta oleh Hyou, Hitsutai, Madfox, Sorata, dan Kuso dari jauh-jauh hari =))

Tugasnya ialah:

1. Tiap blogger harus menuliskan daftar aturan ini

Tiap blogger harus memulai dengan menuliskan 10 kebiasaan/fakta tentang dirinya sediri

2. Bloggers yang telah terpilih *lol* harus menuliskan juga 10 fakta tentang dirinya sendiri.

3. Pada akhir entri blog berisikan 10 fakta ini, sang blogger harus memilih 10 orang lain untuk mengemban tugas mulia ini.

4. Jangan lupa untuk meninggalkan bom atom komen di blog orang-orang terpilih ini, mengingatkan mereka untuk menjalankan tugasnya.

Tapi, karena kalo buat 50 facts itu melelahkan, aku akan membuat 10 facts saja—dengan masing-masing facts yang terdiri dari minimal 5 baris… adil bukan?? =)) *digebukin rame2*

Yak.. mulai! X9
Lanjut Baca »

Your Darkest Secret

yah… aku yang kebetulan lagi kurang kerjaan ini tiba-tiba pengen aja ngepost rp aku di suatu thread yang berjudul Your Darkest Secret di Indohogwarts, thread yang dibuat oleh Miss Darkest Dawghew di Jembatan xD . Kalo lagi iseng, baca aja =))

ah, ini aku lampirkan gambar karakter yang aku pakai di sana, Nazeline Valkyrie Windstroke, asrama Gryffindor =))

f_nanam_8ce72fa

yakkk… mulai! x3

Langkah kaki itu menyusuri lapisan salju yang tak kunjung menipis, membuat cetakan jejak teratur yang mengiringi bayangan hitam sang gadis. Dia benci. Dia tidak menyukai hari-hari seperti ini. Hari di mana bumi seakan tak memiliki warna. Yang ada hanya kesempurnaan berwarna putih. Dingin. Permukaan yang tertutup salju sejauh mata memandang—hanya membuat perasaannya semakin tidak enak. Membuat kepercayaan diri menjadi hilang seketika. Bahkan dirinya sendiri pun tidak tahu kenapa. Yang ia tahu, ia harus mempercepat langkahnya, sebelum rasa sakit dalam kepalanya semakin menusuk. Rasa sakit yang akhir-akhir ini muncul, yang seakan tidak dapat dihindari dengan cara apapun. Ia tidak suka itu semua.

Nana menghentikan langkahnya setelah setengah berlari menembus udara musim dingin yang menusuk tulang. Ia sudah tiba di jembatan, sekarang. Tempat beratap yang setidaknya dapat menjadi tempat perlindungan sementaranya dari tetesan salju yang mungkin akan turun sebentar lagi. Tidak tahu—ia juga tidak tahu kenapa ia harus menghindari bulir-bulir berwarna putih indah itu. Refleks saja. Suara dalam kepalanya seakan mengindikasikan bahwa salju itu berbahaya—dan Nana yakin itu benar. Hanya keyakinan semata, tapi entah kenapa Nana tahu bahwa ia harus mengikutinya. Apa ia takut akan salju? Tidak. Perasaan ini jauh lebih kompleks daripada itu. Perasaan yang Nana sendiri tidak dapat memahaminya. Terlalu sulit untuk dikenali—apalagi dimengerti.

Kenapa?

Pertanyaan itu terus berkecamuk dalam benaknya sekarang. Kenapa ia tidak suka musim dingin dan saljunya? Padahal ia tidak benci warna putih. Ia memang tidak begitu tahan dengan udara dingin dan udara panas. Tapi ia suka musim panas. Karena itu—kenapa? Apa ada sesuatu yang dilewatkannya? Sesuatu yang penting, yang membuatnya jadi seperti ini. Tapi—apa itu? Gadis itu merapatkan syal Gryffindor merah-emasnya, sementara kedua mata cokelat kehitamannya terus menatap serpihan salju yang tak henti-henti menghujani bumi. Tidak cukupkah? Sudah putih di sini. Lalu kenapa salju terus turun seakan tak ada habisnya? Apa kesempurnaan yang terbentang di hadapannya ini masih belum ‘sempurna’?

Perlahan, gadis itu membuka sarung tangan wol berwarna putih yang sedari tadi melapisi telapak tangan kanannya. Seketika, sensasi dingin membuat tangannya itu mati rasa. Ternyata hari ini udara jauh lebih menusuk daripada hari-hari biasanya, huh? Dengan sedikit berkerut alis, Nana memasukkan sarung tangan yang sudah dilepasnya itu ke dalam saku mantelnya, sementara tangan kirinya memegang erat tangan kanannya yang sudah kehilangan perlindungan tersebut. Gadis itu kemudian melangkah ke sisi jembatan, dan menengadahkan tangan kanan ke luar. Ke tempat di mana salju tumpah ruah tak ada hentinya. Terus begitu selama beberapa detik sampai sebutir salju mendarat di atas kulit yang melapisi telapak tangannya.

Dingin.

“Kumohon, tolong dia!!”

“Maaf.”

“Anak ini—semua terlalu berat untuk ditanggungnya sendirian.”

“Lalu kami harus bagaimana?”

“Hanya itu cara terakhir.”

Nana jatuh terduduk, meremas sisa salju dalam genggaman tangannya. Bulir air mata berjatuhan membasahi pipinya, menetesi lantai jembatan yang dingin. Kapan terakhir kali ia menangis? Ia tidak ingat—benar-benar tidak ingat. Bahkan rasanya ia sudah lupa rasanya menangis itu seperti apa. Sampai hari ini. Ia tidak mengerti. Air mata ini mengalir begitu saja. Seakan ada sesuatu yang merangsek masuk ke dalam kepalanya. Sesuatu yang menyedihkan. Sesuatu yang membuat kepalanya semakin terasa sakit. Membuat kakinya terasa terlalu lemas untuk berdiri kembali. Yang bisa ia ingat hanya—dua hal yang tadi sempat berkelebat selama beberapa detik dalam benaknya.

Salju—dan genangan cair berwarna merah tua.

Tak ada yang dapat ia simpulkan dari kedua hal tersebut. Terlalu cepat. Semuanya terlalu cepat berlalu. Seakan Nana tidak diberikan kesempatan barang sedetik pun untuk mencernanya lebih dalam. Tersegel rapat dalam ingatan. Dan ia tidak punya kunci atau apapun untuk membuka kotak tersebut, sekeras apapun ia berusaha mencari. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya? Apa sesuatu yang telah dilewatkannya itu?

Bukan. Ia bukan melewatkannya. Ia hanya tidak bisa mengingatnya. Padahal, Nana yakin itu semua sudah terpatri dalam otaknya sejak lama. Hanya saja—terkunci. Seteguh apapun ia mencari, yang ada hanya rasa sakit. Terus dan terus menyerangnya tanpa ampun.

Sialan.

Gadis itu menyeka air mata yang sudah berhenti mengalir itu dengan punggung tangan kirinya yang masih berbalutkan sarung tangan. Tidak ada yang boleh melihatnya di saat-saat seperti ini. Satu orang pun. Kuat. Ia harus tegar. Seorang gadis tidak boleh terlihat selemah ini. Ia sudah berjanji, untuk tidak menangis lagi. Sejak saat itu.

Sejak—kapan?

Dan ia pun bangkit dari duduknya, berjalan kembali dengan sedikit linglung. Kacau. Ia sedang kacau sekarang. Tenanglah, Nana. Sekarang, cobalah untuk berpikir lebih jernih. Mungkin yang ia pikirkan tadi hanyalah bayangan hasil karangannya sendiri. Bukan sesuatu yang penting atau harus dipikirkan sampai seperti ini. Atau mungkin Nana sedang demam sehingga kepalanya terasa sakit sedari tadi. Gadis itu bersandar sebentar di samping jembatan, memegangi dahinya sambil menarik napas pelan. Yah—pokoknya, sekarang ia akan berhenti memikirkan hal-hal misterius tersebut untuk beberapa waktu. Ia tidak akan mendapatkan apa-apa untuk saat ini, mau bagaimanapun ia berusaha. Lupakan. Lupakan. Lupakan. Lebih baik ia memikirkan essay Sejarah Sihirnya yang baru selesai setengahnya. Ya, itu jauh lebih berguna daripada memikirkan hal-hal yang tidak pasti seperti salju dan tetek bengeknya, bukan? Oke.

Setelah memejamkan matanya selama beberapa detik, Nana mengukirkan kembali senyumnya dan berjalan dengan mantap menyusuri jembatan. Dilihatnya punggung seseorang yang nampaknya familiar. Ah—anak perempuan Slytherin yang sering ditemuinya di kelas-kelas. Semoga saja anak itu tidak melihat Nana yang kelihatan kacau tadi. Memalukan.

“Yo.”, sapanya ringan pada Dark, entah anak itu mendengar atau tidak. Nana pun berlalu, membiarkan rambutnya melambai-lambai tertiup angin sementara langkah kecilnya membawa gadis itu menuju asramanya yang hangat. Tidak ada penyesalan. Tidak ada kebimbangan. Tidak ada kesedihan. Setidaknya, untuk saat ini ia berusaha menganggapnya seperti itu. Tidak ada salahnya untuk melupakan segala masalah dan hidup santai seperti yang biasa ia lalui selama ini, bukan? Walaupun ia tahu—ingatannya itu mungkin suatu saat akan menghantuinya. Akan membuat hidupnya tidak seperti ini lagi. Tapi—hidup ini ada untuk dijalani, kan?

hyaahaha… aneh yah =)) =))

Pieces of Memories

Yeah, aku terinspirasi untuk nulis ini waktu baca entry blog dari anakku tercinta aka madfox *=))*. Keren, entah kenapa aku jadi pengen buat yang gitu juga, itung-itung menyimpan kenangan yang mungkin akan lamur dari ingatan dalam beberapa tahun ke depan, kan? *maklum, dah nenek-nenek =))*

Dan—pokok pembahasan yang ingin aku bahas sekarang adalah bagaimana Chaos didirikan, asal muasalnya, dan segala tetek bengeknya. Pasti beberapa member Chaos masih ada yang penasaran, kapan dan bagaimana Chaos terbentuk, kan? *ditereakin : “Kaga tuuuh!!”* . Yah, kalo kapan terbentuknya sih aku juga lupa =)) *ditendang* tapi, kalo bagaimana Chaos terbentuk, rasanya aku lumayan ingat. Mungkin tidak secara keseluruhan, tapi aku masih bisa menjelaskan momen-momen super tidak penting itu, walau yah—tidak akan selengkap yang aslinya, mungkin.

Awal adalah dasar dari segalanya. Hmm—mungkin itu dimulai dari tahun 2007, tepatnya bulan Januari ato bulan Februari, aku juga lupa =))

Waktu itu, aku yang masih sangat-sangat baru di Gotei 13 sudah layaknya anak hilang, tidak tahu dan tidak kenal banyak member-member disana. Hanya beberapa yang kukenal, itupun yang berasal dari SDK – Indo seperti Ichi dan Ca. Lainnya—boro-boro deh. Member Gotei itu banyaknya naujubileh, waktu itu aku mikir—kenal semua orang di forum ini kayaknya mustahil, gile banyak banget.

Dan, waktu itu di Gotei aku sedang menjalani tes fukutaichou yang bujubuset susahnya. Super susah, malah. Lebih susah dari ulangan di sekolah soalnya aku sama sekali gak ngerti bleach waktu itu. Yah—salahkan saja diriku yang daptar fuku seenaknya dan tidak memikirkan tes dan tetek bengeknya =)) sudahlah, akhirnya aku pun menjalankan tes itu dengan cara mencari contekan dari segala sumber =))

Sekonyong-konyong, seseorang mengajakku chatting di Y!M. Seseorang yang ber-id uzumaki_naruto di gotei, rupanya. Dan tanpa basa basi, anak itu pun bilang minta contekan tes taichou/fuku gotei 13. Waktu itu sih aku jawabnya ya kaga ada… wong tes punya aku aja masih kosong melompong. Akhirnya kami pun mengadakan conference dan saling membantu untuk mengerjakan tes tersebut… walopun pada akhirnya aku lulus, sementara si ujur kaga =)) =)) =)) (waktu itu dia ngambil tes juubantai taichou kalo kaga salah). Kaga punya bakat jadi ketua, mungkin =))

Nah, setelah itu pun aku dan ujur semakin sering YM-an, membicarakan hal-hal yang sumpahnya lebih cocok dikategorikan sebagai sampah yang dapat membusuk =)) alias, ngalor ngidul tidak jelas dan tanpa arah tujuan. Waktu itu aku mikir, ujur ini cowok apa cewek? Habis, gaya bicaranya terlalu imut buat seorang cowok. Masa, dia selalu pake icon ‘XD’ hampir di tiap perkataannya? Sok imut banget ituh kalo dia beneran cowok mah =)) Dan FYI, dulu aku manggil dia uzu-jiichan, bukan ujur =))

Dan, sampailah kita pada suatu ketika si ujur ini mulai mengungkit-ngungkit seseorang bernama kusogaki dalam perkataannya. Siapa itu kusogaki? Dia bilang, kusogaki, atau lebih akrab dipanggil kuso, adalah member gotei yang menjadi partner in crimenya. Eh? Aku yang waktu itu hanya manggut-manggut pura-pura mengerti aja. Habis seperti yang kubilang dalam paragraf-paragraf awal, member gotei itu terlalu banyak. Wajar saja kalau butuh waktu yang lama untuk mengenal semuanya, kan?

Makin hari, si ujur ini lebih terlihat seperti fans gelap dari kusogaki. Tiap hari pasti ada saja yang dibicarakannya tentang kuso. Mulai dari nama asli pemuda itu yang katanya adalah Afrizky (waktu itu, sumpahnya aku juga tidak peduli dengan siapa itu kusogaki ato nama aslinya yang aneh itu =)) ), sampai segala hal yang berbau kusogaki—dia kupas tuntas semua. Aku pun jadi makin heran. Apa si ujur ini memang sebegitu anehnya sampai menyukai sesama laki-laki? Ah—sampai sekarang aku memang tidak begitu mengerti persahabatan antar laki-laki. Terlalu aneh.

Pokoknya, tibalah suatu hari di mana aku diajak untuk berkenalan dengan kusogaki oleh ujur (via sms). Waktu itu sih aku setuju aja—sedikit penasaran seperti apa orang yang bernama kusogaki itu sebenarnya. Dan—jeng jeng jeng.

Ternyata, Y!M kusogaki sudah ada di list Y!M ku sejak lama. Aku baru menyadarinya saat membaca topic di gotei 13 yang memuat Y!M dari member-membernya. Dan langsunglah kuajak ngobrol si kusogaki itu dengan rasa penasaran yang sangat. Dimulai dari perdebatan apakah kusogaki itu anak gotei atau anak ayah dan ibunya, aku pun mulai tertarik dengan anak itu. Lucu dan kocak, yang jelas. Menyenangkan juga—berbeda dari yang lain. Pantas saja ujur sampai menyukainya.

Kemudian, kami bertiga pun sering janjian OL bareng, hanya untuk conference tidak jelas atau mengacau RP di Gotei. Tapi, saat-saat itu benar-benar menyenangkan. Aku pun jadi semakin sering OL, hampir tiap hari malah. Memang, isi pembicaraan kami tak berkisar jauh dari banyolan tak jelas atau obrolan sampah lainnya, tapi sumpah, saya suka ngikik sendiri di warnet kalo baca tulisan mereka berdua. Duo yang aneh bin ajaib, eh?

FYI, waktu itu juga aku mulai dekat dengan anak buahku di Nibantai, Train_Heartnet dan Avalon_D_Lelouch. Train adalah anak yang sama anehnya dengan ujur dan kuso, bahkan waktu awal ngobrol dia menyangkaku sebagai laki-laki hanya karena usernameku yang waktu itu adalah ‘Haruhi’. Ngotot pula, dan susah sekali diyakinkan =)) tapi overall orangnya cukup menyenangkan walopun geje dan pundungan =)) (bayangkan, baru kenal beberapa minggu tapi si Train ini sudah pundung lebih dari satu kali!)

Sementara itu, Avalon_D_Lelouch juga teman sedivisiku yang sangat menyenangkan! Kami waktu itu sering sekali bergosip via Y!M, mengobrolkan banyak hal layaknya cewek pada umumnya (yah, kadang-kadang aku ingin berbicara dengan orang normal setelah dicekoki ocehan gila dari train, ujur, atau kuso =)) ) pokoknya, aku dan Avalon (yang lebih akrab dipanggil shiva) lumayan dekat waktu itu. Well—sebenarnya aku mengenal Shiva dari forum yang lain sebelum gotei, tapi waktu itu kita belum dekat, hanya sebatas bertegur sapa dan basa-basi. Ada juga angel_2506, seorang anak yang waktu itu masih SMP tapi tingkah lakunya cukup dewasa untuk anak seumurannya =)) awalnya aku segan dengan anak itu, tapi setelah sedikit perbincangan di Y!M dan di Gotei, rupanya anggapanku salah. Memang, kalau sedang serius, angel ini cukup menyeramkan =)) tapi, kalau sudah mengobrol rasanya anggapanku tersebut hilang sudah *ditabok ybs =))* pokoknya, orangnya menarik!

Begitulah kehidupan forumingku yang cukup menarik dan membawa warna dalam hidupku yang kadang-kadang membosankan. Hari-hari itu terus berlalu, dan sampailah aku pada suatu hari di mana aku diajak berconference oleh ujur dan kuso, katanya ingin membicarakan sesuatu tentang ‘pembuatan organisasi para pengacau di gotei 13’.

To be continued… *dihajar*

Perkenalan, huh? =))

oke… salam sejahtera dari saya untuk anda semua… sekian dan terima kasih atas perhatiannya =))

*dihajar rame*

yah… kira-kira begitulah kata pengantar yang cukup singkat dari saya untuk mengawali blog abal-abal ini.. Maklum, lagi gak ada inspirasi. Ini aja ngisi blog gara-gara lagi nggak ada kerjaan. Sayang sih, blognya udah dibuat dari dulu, tapi blom diisi apa-apa. Jadi biarkanlah saya nyampah di sini =)) dibaca sukur, kaga dibaca juga silahkan =))

Yah, di post pertama ini saya bener-bener keabisan inspirasi buat ngebacot atau apa. Inspirasi saya udah dirampas semua ama UAS PPKN yang baru aja hari ini saya lalui *halah2* UAS sialan ituh… cuma disuruh ngebacot doank, kaga guna dah belajar juga =)) *malah curhat*

pokoknya, saya menyesal telah belajar untuk UTS hari ini!!! mending leha-leha di rumah deh kemaren daripada buang-buang waktu untuk belajar hal-hal tidak berguna yang pada akhirnya tidak keluar di UAS >D

HOHO… Sekian dulu deh curhatannya, kapan-kapan lanjut lagi >D

akhir kata…

BERSAMA KITA BISA!!

*digebuk lagi gara2 gak nyambung*

*credit to bapak SBY =))*